<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Mandeknya Pemikiran Pendidikan</title>
	<link>http://agussuwignyo.blogsome.com/2007/02/16/mandeknya-pemikiran-pendidikan/</link>
	<description>Catatan opini dan dialektika pendidikan di Indonesia oleh Agus Suwignyo</description>
	<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 04:21:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: adi cahyadi dwi putra budiman</title>
		<link>http://agussuwignyo.blogsome.com/2007/02/16/mandeknya-pemikiran-pendidikan/#comment-83</link>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 11:16:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://agussuwignyo.blogsome.com/2007/02/16/mandeknya-pemikiran-pendidikan/#comment-83</guid>
					<description> 
 	Timpang dan tidak merata,
P
endidkan di Indonesia memang sudah cukup berkembang dan jauh lebih baik. Tetapi jelas sekali terjadi ketimpangan yg gak bener2 rata. Ada sekolah2 berlevel nasional yg tinggi dan standar mutu baik banget, seperti sekolah2 di kota2 besar yang mengadopsi berbagai pendidikan luar negeri. Tetapi banyak juga, kebanyakan malah, sekolaha2 ndeso yg katrok dan tertinggal jg berlatar belakang gak mampu. Bangunan hampir roboh, reot, bocor terkena bencana pula. Bahkan ada yg mengumpamakan “ada kapal pecah di maa2, dan kandang sapi di mana2.
 	SDM (Sumber Daya Manusia) yg over &amp;amp; bermental lemah 
G
ue, sebagai salah satu siswa dari jutaan siswa di negri ini, bener2 khawtir  juga akan SDM yg ada. Ada sisi positif dan dampak edukasidari pendidikan,tapi pengaruh itu hilang begitusaja ketika keluar dari luar lingkup sekolah. Terutama dampak itu menjangkiti generasi muda seperti gue. Pengaruh2 budaya luar yg masuk kayak drugs, junkies, clubbing, westlife, akibat globalisasi sedikit banyak mempengaruhi kualitas pendidikan SDM kita, apalagi, negri yg baru saja beranjak dari krisis ekonomi dan moniter, masih rentan penyakit sehingga memiliki mental lemot dan penyakitan. 
 	Solusi
G
ue, sebagai remaja puber yg ABG, sepakat adanya adopsi sistem. Nilai2 budaya luar yg baik, terutama dari negara2 yg maju dari segi teknologi harus kita adopsi.ya pendidikannya, ya teknologinya, JUGA semangat mereka untuk bersaing. Tapi, kita tidak juga melupakan budaya timur yg santun serta menjunjung tinggi etika dan kesopanan serta menghormati tata krama. 

NB: Ayo maju2!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!





</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Timpang dan tidak merata,<br />
P<br />
endidkan di Indonesia memang sudah cukup berkembang dan jauh lebih baik. Tetapi jelas sekali terjadi ketimpangan yg gak bener2 rata. Ada sekolah2 berlevel nasional yg tinggi dan standar mutu baik banget, seperti sekolah2 di kota2 besar yang mengadopsi berbagai pendidikan luar negeri. Tetapi banyak juga, kebanyakan malah, sekolaha2 ndeso yg katrok dan tertinggal jg berlatar belakang gak mampu. Bangunan hampir roboh, reot, bocor terkena bencana pula. Bahkan ada yg mengumpamakan “ada kapal pecah di maa2, dan kandang sapi di mana2.<br />
 	SDM (Sumber Daya Manusia) yg over &amp; bermental lemah<br />
G<br />
ue, sebagai salah satu siswa dari jutaan siswa di negri ini, bener2 khawtir  juga akan SDM yg ada. Ada sisi positif dan dampak edukasidari pendidikan,tapi pengaruh itu hilang begitusaja ketika keluar dari luar lingkup sekolah. Terutama dampak itu menjangkiti generasi muda seperti gue. Pengaruh2 budaya luar yg masuk kayak drugs, junkies, clubbing, westlife, akibat globalisasi sedikit banyak mempengaruhi kualitas pendidikan SDM kita, apalagi, negri yg baru saja beranjak dari krisis ekonomi dan moniter, masih rentan penyakit sehingga memiliki mental lemot dan penyakitan.<br />
 	Solusi<br />
G<br />
ue, sebagai remaja puber yg ABG, sepakat adanya adopsi sistem. Nilai2 budaya luar yg baik, terutama dari negara2 yg maju dari segi teknologi harus kita adopsi.ya pendidikannya, ya teknologinya, JUGA semangat mereka untuk bersaing. Tapi, kita tidak juga melupakan budaya timur yg santun serta menjunjung tinggi etika dan kesopanan serta menghormati tata krama. </p>
	<p>NB: Ayo maju2!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: nurjannah</title>
		<link>http://agussuwignyo.blogsome.com/2007/02/16/mandeknya-pemikiran-pendidikan/#comment-61</link>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2007 19:07:21 +0000</pubDate>
		<guid>http://agussuwignyo.blogsome.com/2007/02/16/mandeknya-pemikiran-pendidikan/#comment-61</guid>
					<description>sangat penting memang membangun kembali filosofi pendidikan yang lahir dari rasa nasionalisme dan kebangsaan yang tinggi.walaupun kita sendiri juga sudah tidak bisa membatasi mana yang disebut rasa kebangsaan, rasa nasionalisme atau pun seorang negarawan.tapi paling tidak kita bisa berpijak pada kepentingan yang lebih besar dalam hal ini adalah rakyat (kalau itu tidak disebut naif). untuk memajukan pendidikan, bangsa ini tidak hanya membutuhkan seorang yang memiliki rasa nasionalisme saja, tetapi juga kemampuan (kecerdasan) dibidang pendidikan dan juga kemampuan lain yang untuk menunjang usaha perbaikan pendidikan negeri ini (perfect kah?)</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>sangat penting memang membangun kembali filosofi pendidikan yang lahir dari rasa nasionalisme dan kebangsaan yang tinggi.walaupun kita sendiri juga sudah tidak bisa membatasi mana yang disebut rasa kebangsaan, rasa nasionalisme atau pun seorang negarawan.tapi paling tidak kita bisa berpijak pada kepentingan yang lebih besar dalam hal ini adalah rakyat (kalau itu tidak disebut naif). untuk memajukan pendidikan, bangsa ini tidak hanya membutuhkan seorang yang memiliki rasa nasionalisme saja, tetapi juga kemampuan (kecerdasan) dibidang pendidikan dan juga kemampuan lain yang untuk menunjang usaha perbaikan pendidikan negeri ini (perfect kah?)
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
