Pengajaran dan Ke(tidak)pedulian Akademis
Oleh Agus Suwignyo
Akhir-akhir ini keprihatinan tentang krisis wawasan dan rasa kebangsaan di kalangan generasi muda dikaitkan dengan peran strategis pendidikan, khususnya pengajaran.
Prof Sri Edi Swasono merasa cemas “hegemoni akademis” dalam pengajaran di kampus-kampus telah membuat banyak mahasiswa berwawasan cekak, bahkan tentang wilayah geografis di sekitarnya (Kompas, 17/4). Galau akibat hilangnya rasa keindonesiaan generasi muda, Dr Mochtar Buchori menggagas kegiatan mendidik yang dijiwai the spirit of sharing knowledge and ignorance (Kompas, 22/4).
Tulisan ini mencoba menangkap keprihatinan tersebut dengan melihat lebih dekat situasi pengajaran di perguruan tinggi, khususnya karakter kelas dan gaya mengajar dosen.
Kegagapan mahasiswa mencerna materi kuliah untuk membaca konteks relevan lebih besar dalam kehidupan nyata di luar ruang kelas, serta sikap terfokus melulu pada kepentingan dan tujuannya sendiri, bisa jadi merupakan gejala ketidakpedulian akademis mahasiswa.
Ketidakpedulian akademis (academic ignorance) dipakai William Labov (1972) untuk menunjuk “keterbatasan belajar dan menalar akibat setting sosial tertentu”. Dalam The Perils of Academic Ignorance (Chronicle of Higher Education, 2005), LJ Davis mengatakan, ketidakpedulian akademis terjadi ketika seseorang “terus-menerus mengabaikan cara berpikir dan minat pada cakupan keseluruhan suatu bidang akibat keterbatasan pengetahuan”.
Gejala ketidakpedulian akademis krusial dicermati sebab persis kontradiktif dengan wacana-wacana besar pembaruan pendidikan, di mana praktik pengajaran formal salah satu aspeknya. Wacana “pendidikan dan perubahan sosial” atau “pendidikan sebagai humanisasi” sering terpancang lebar pada langit diskusi pembaruan pendidikan, tetapi jauh dari bumi pengejawantahannya sehari-hari.
Pada hemat saya, wacana-wacana besar pembaruan pendidikan menjadi bermakna hanya jika diikuti tindakan konkret yang kadang bernuansa teknis.
Dua kelas, satu karakter
Motivasi berkuliah yang terkait latar belakang kelas ekonomi (orangtua) mahasiswa memengaruhi tumbuh-tidaknya kepedulian terhadap pengetahuan relevan di luar materi perkuliahan. Dua kelas kuliah dengan demografi, kelas sosial ekonomi berbeda, tetapi menunjukkan kecenderungan karakter kepedulian akademis sama, mungkin memberi gambaran kaitan motivasi dengan kepedulian tersebut.
Kelas kuliah pertama di sebuah universitas di Yogyakarta berisi mahasiswa dari keluarga berpenghasilan pas, tidak memiliki akses memadai ke perkembangan informasi, dan sebagian menghabiskan masa hingga SLTA di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Kelas kedua di sebuah universitas di Jakarta, mahasiswa dari keluarga berpenghasilan lebih, memiliki akses informasi, dan kebanyakan lulusan pra-universitas di luar Indonesia.
Perkuliahan di dua kelas tersebut cenderung terhenti pada teori-teori sebagaimana diuraikan buku teks. Upaya menjabarkan teori untuk mencermati fenomena relevan sehari-hari hanya mengundang muka-muka lesu di dalam kelas.
Pada kasus pertama keterbatasan akses informasi barangkali menjadi kendala mahasiswa mengaitkan teori dengan sikap kritis atas fenomena keseharian. Pada kasus kedua kemapanan membuat mahasiswa ogah berpikir rumit apalagi jika tidak langsung terkait kepentingan mereka.
Dalam kedua kasus, kecenderungan berfokus melulu pada substansi perkuliahan mungkin mencerminkan prioritas tentang kelulusan kuliah. Kelulusan kuliah dipandang symbolic capital untuk mobilitas sosial vertikal (kasus pertama) dan mempertahankan kemapanan (kasus kedua).
Menariknya, dalam kedua kasus upaya mengontekstualkan teori selalu direspons positif mahasiswa yang dapat dikategorikan kelas ekonomi menengah.
Kasus-kasus ini menggambarkan, jika karakter ke(tidak)pedulian akademis tersebut tepat, upaya memperbaiki pengajaran di perguruan tinggi perlu dilakukan dengan pendekatan demografi ekonomi kelas. Kiranya pengelola bidang akademik dan dosen dituntut peka tentang hal ini.
Gaya mengajar
Dalam praktik pengajaran di kelas, banyak dosen kesulitan membangun komunikasi interaktif yang memancing kepedulian ilmiah mahasiswa. Motivasi dosen dan saratnya beban kerja sering disorot sebagai penyebab. Namun, karakteristik kompetensi seperti gaya mengajar (teaching style) juga amat menentukan.
Prinsip efektivitas pembelajaran adalah kesesuaian gaya mengajar dosen dengan gaya belajar mahasiswa (Vermunt & Verloop, 1999). Pada kasus dua kelas tadi praktik pengajaran dosen tidak efektif. Dosen disebut berhasil dalam pembelajaran jika pengajarannya efektif.
Mereproduksi pengetahuan
Persoalannya, tujuan pengajaran di kelas bukan sekadar efektivitasnya. Sebagai praktik pendidikan, pengajaran mengemban misi selain mereproduksi pengetahuan. Pengajaran harus menumbuhkan kepedulian ilmiah! Gaya mengajar dosen diharapkan mengakomodasi misi tersebut.
Gaya mengajar dosen amat dipengaruhi pengalaman belajarnya. Evans (2004) menemukan 41 persen responden penelitiannya mengaku mereka mengajar dengan gaya yang dulu dipakai oleh guru-guru mereka. Dalam penelitian Popova (2003), guru- guru Rusia dari generasi 1970-an, 1980-an, dan 1990-an yang masing-masing dididik oleh guru- guru dengan ideologi berbeda sesuai zamannya cenderung mengajar dengan gaya seperti karakteristik ideologi politik yang dianut guru-guru mereka.
Singkatnya, upaya menumbuhkan kepedulian akademis mahasiswa harus dimulai dengan pembaruan gaya mengajar dosen. Namun, upaya memperbarui gaya mengajar dosen sulit tercapai jika para dosen yang mengajar dosen-dosen itu bergaya ortodoks dan hanya berorientasi pada efektivitas pembelajaran.
Agus Suwignyo Alumnus Faculteit der Pedagogische Onderwijskundige Wetenschappen, Universitas Amsterdam

saya tertarik tentang gaya mengajar dosen, saya perlu teori-teori yang berkaitan dengan gaya mengajar terutama bagi dosen-dosen. tolong kirimkan referensi yang berkaitan dengan hal tersebut.
Comment by dadang lesmana — May 30, 2006 @ 6:55 am
saya tertarik tentang gaya mengajar dosen, saya perlu teori-teori yang berkaitan dengan gaya mengajar terutama bagi dosen-dosen. tolong kirimkan referensi yang berkaitan dengan hal tersebut.tolong balas ke email saya
Comment by dadang lesmana — May 30, 2006 @ 7:15 am
saya tertarik dengan efektivitas pembelajaran, sebetulnya efektivitas pembelajaran itu yang seperti apa sih? adakah indikator-indikator yang jelas terlihat dalam sebuah pembelajaran hingga hingga kita bisa memvonis pembelajaran itu efektif atau tidak? jika ada referensi tentang itu, saya sangat tertarik, mohon mengirimkannya ke email saya, terimakasih.
Comment by Isis Milawati — June 5, 2006 @ 6:55 am
Saya tertarik dengan artikel Bapak sejak saya membacanya di Kompas pada tanggal tersebut. Bahkan, hingga saat ini saya masih menyimpan artikel ini berupa file dari kompas yang saya akses melalui ponsel saya. Terima kasih Pak.
Comment by subura — September 25, 2006 @ 1:29 pm
Saya tertarik untuk mengetahui lebih detail lagi mengenai gaya mengajar dosen dan efektifitas pembelajaran yang tepat. Jika ada referensi tentang hal tersebut, mohon saya dikirimi, karena saya tertarik dengan topik tersebut.
Terima kasih.
Comment by Megawati — February 10, 2007 @ 2:09 am
Saya tertarik untuk mengetahui jenis-jenis serta definisi dari gaya pembelajaran dosen serta metode-metode pembelajaran apa saja yang digunakan di dalam pembelajaran dosen. Jika ada referensi tentang hal tersebut, mohon saya dikirimi, karena saya tertarik dengan topik tersebut. Terima kasih banyak…
Comment by Vida — March 18, 2007 @ 2:01 am
Saya membutuhkan referensi tentang”Pengaruh gaya mengajar dosen terhadap motivasi dan hasil belajar mahasiswa”.mohon
Comment by Gunawan — August 14, 2007 @ 3:38 am
Saya sangat tertarik untuk mengetahui lebih detail lagi mengenai gaya mengajar dosen dan efektifitas pembelajaran yang tepat. Jika ada referensi tentang hal tersebut, mohon saya dikirimi.terima kasih banyak atas bantuannya.
Comment by abdul rohim — September 16, 2007 @ 6:58 am
topik yang bapak sajikan sangat menarik. Saya jadi tertarik untuk mengetahui lebih detail lagi mengenai gaya mengajar dosen dan efektifitas pembelajaran yang tepat. sehingga saya dapat berbagi dengan teman-teman lain. Jika ada referensi tentang hal tersebut, mohon saya dikirimi.terima kasih banyak atas bantuannya.
Comment by dewi — October 23, 2007 @ 2:58 am
saya tertarik untuk mengetahui lebih detail mengenai gaya mengajar dosen dalam hal ini karakteristik dosennya…mohon saya dikirimi, terima kasih banyak atas bantuannya..
Comment by arin — February 14, 2008 @ 5:59 am
saya tertarik dengan efektivitas pembelajaran, sebetulnya efektivitas pembelajaran itu yang seperti apa sih? adakah indikator-indikator yang jelas terlihat dalam sebuah pembelajaran hingga hingga kita bisa memvonis pembelajaran itu efektif atau tidak? jika ada referensi tentang itu, saya sangat tertarik, mohon mengirimkannya ke email saya, terimakasih.
Comment by al hudri — February 19, 2008 @ 4:20 am
saya sedang mengadakan penelitian tentang efektivias strategi pembelajarna dalalm KBK , sebetulnya efektivitas pembelajaran itu yang seperti apa sih? adakah indikator-indikator yang jelas terlihat dalam sebuah pembelajaran hingga hingga kita bisa memvonis pembelajaran itu efektif atau tidak? artinya ada nggak tolak ukur sebuah strategi pembelajaran itu efektivif atau tidak efektiv.jika ada referensi tentang itu, saya sangat tertarik, mohon mengirimkannya ke email saya, terimakasih.
Comment by al hudri — February 19, 2008 @ 4:26 am
saya sedang mengadakan penelitian di sebuah perguruan tinggi tentang efektivitas strategi pembelajaran dengan efektivitas pembelajaran, sebetulnya efektivitas pembelajaran itu yang seperti apa sih? adakah indikator-indikator yang jelas terlihat dalam sebuah pembelajaran hingga hingga kita bisa memvonis pembelajaran itu efektif atau tidak? jika ada referensi tentang itu, saya sangat tertarik, mohon mengirimkannya ke email saya, terimakasih.
Comment by al hudri — February 19, 2008 @ 4:29 am
saya sedang mengadakan penelitian di sebuah perguruan tinggi tentang efektivitas strategi pembelajaran dengan efektivitas pembelajaran, sebetulnya efektivitas pembelajaran itu yang seperti apa sih? adakah indikator-indikator yang jelas terlihat dalam sebuah pembelajaran hingga hingga kita bisa memvonis pembelajaran itu efektif atau tidak? jika ada referensi tentang itu, saya sangat tertarik, mohon mengirimkannya ke email saya, terimakasih.
Comment by al hudri — February 19, 2008 @ 4:30 am
Saya tertarik dengan topik gaya mengajar dan efektivitas pembelajaran dan ingin mengetahui lebih lanjut. Jika ada referensi tentang hal tersebut, mohon dikirimi lewat e-mail saya. Terima kasih banyak.
Comment by jil — March 7, 2008 @ 6:05 am
Saya tertarik untuk mengetahui jenis-jenis serta definisi dari gaya pembelajaran dosen serta efektifitas metode-metode pembelajaran apa saja yang digunakan. sebetulnya efektivitas pembelajaran itu yang seperti apa sih? adakah indikator-indikator yang jelas terlihat dalam sebuah pembelajaran hingga hingga kita bisa memvonis pembelajaran itu efektif atau tidak? jika ada referensi tentang itu, saya sangat tertarik, mohon mengirimkannya ke email saya, terimakasih
Comment by lailatun nafisah — April 10, 2008 @ 12:41 am
Saya memerlukan macam-macam gaya mengajar dalam pembelajaran penjas
Comment by TARIE — May 4, 2008 @ 6:34 am
Tiap strategi belajar mempunyai keunggulan sendiri-sendiri, jadi kalau kita ingin memperbaiki kualitas pembelajaran harus berangkat dari permasalahan riil di dalam kelas baru analisis strategi belajar yang tepat untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Kontoh (hehe) jika saya merasa siswa saya lemah dalam ketrampilan proses sains, jangan pilih strategi ceramah, inkuiri mungkin pilihan yang tepat. Misal Kooperatif GI Dijamin gagal diterapkan pada siswa SD, meskipun teorinya berbusa-busa jika dijelaskan.
thanks gitu loh…
Baskoro1.blogspot.com
Comment by Baskoro Adi Prayitno — June 12, 2008 @ 5:03 am
tulisan di blog ini sangat menarik, bisa tidak saya mengetahui tentang teori2 gaya mengajar, klo bisa tolong di kirim ke email saya ya mas agus. makasih sebelumnya
Comment by rizky dian h — September 19, 2008 @ 12:27 pm
tulisannya menarik sekali ,bisa tidak dijelaskan gaya mengajar yang bagaimana yang menyenangkan dan membuat materi mudah di pahami siswa
Comment by asriyana dewi — January 13, 2009 @ 1:44 pm
saya sedang mengadakan penelitian efektifitas pembelajaran sekolah RSBI tolong saya dikirimi referensi tentang itu terima kasih banyak
Comment by sri jaka lelana — April 25, 2009 @ 11:47 am
saya tertarik dengan efektivitas pembelajaran, sebetulnya efektivitas pembelajaran itu yang seperti apa sih? adakah indikator-indikator yang jelas terlihat dalam sebuah pembelajaran hingga hingga kita bisa memvonis pembelajaran itu efektif atau tidak? jika ada referensi tentang itu, saya sangat tertarik, mohon mengirimkannya ke email saya, terimakasih.
Comment by swfry — May 5, 2009 @ 8:33 am