SAMBIL berharap-harap cemas, seorang rekan yang mengelola sebuah program magister mengaku memaksa mahasiswanya agar segera menyelesaikan tesis mereka. Masalahnya, dari 40 mahasiswa lima angkatan, baru dua yang lulus. Sementara Oktober 2004 harus diajukan akreditasi untuk program magisternya ke Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi. Jika jumlah lulusan tetap cuma dua orang, mungkin saja programnya tidak terakreditasi sehingga berdampak pada kelangsungan izin operasional. (more…)
Akuntabilitas (Akreditasi) BAN-PT
Hegemoni Ekonomi dan Pengembangan Perguruan Tinggi
HUBUNGAN pendidikan tinggi dan pembangunan ekonomi tidaklah selinear gambaran Amich Alhumami (Kompas, 6/8/2004) bahwa “keberhasilan membangun pendidikan akan berpengaruh terhadap kesuksesan pembangunan ekonomi.” Telah sejak lama tesis ini harus dibaca dari sudut pandang sebaliknya. (more…)
Perguruan Tinggi. Ke Mana Setelah Otonomi?
DAMPAK pelaksanaan otonomi perguruan tinggi atau PT sejauh ini belum dapat dikatakan positif. Pertama, biaya kuliah tinggi harus ditanggung mahasiswa karena beban tanggung jawab PT untuk membiayai sendiri penyelenggaraan operasionalnya. Sebagai contoh, di Universitas Gadjah Mada, mahasiswa Fakultas Kedokteran yang baru masuk harus membayar Rp 21,8 juta (Kompas Edisi Jogja, 13/7/2004). (more…)
“Sebagai Guru Saya Malu!”
“SEBAGAI guru, saya malu jika profesi saya dimaknai sebatas aspek legal formal yang membawa konsekuensi reward dan punishment!” Kalimat ini meluncur spontan dari mantan teman sekelas yang sekarang berprofesi guru. Ia mengomentari isi Rancangan Undang-Undang Guru yang telah disetujui presiden dan siap dibahas DPR (Kompas, 17 September 2004). Menurut dia, RUU Guru mereduksi makna profesi guru sebagai pendidik menjadi sekadar pegawai. (more…)
Problematika Pendidikan Indonesia
Tanggapan dari Kusuma Andrianto, untuk Agus Suwignyo dan Marsel Ruben Payong
TULISAN Agus Suwignyo di Kompas (8 April 2004) menggarisbawahi urgensi dan relevansi sistem pendidikan Indonesia, terutama dari sudut peserta didik. Suwignyo menyimpulkan bahwa signalling yang ingin disampaikan oleh sektor industri di Indonesia adalah betapa pentingnya karakter personal dan interpersonal lulusan perguruan tinggi dalam proses rekrutmen. (more…)
Rapuhnya Hubungan PT-Dunia Kerja
Tanggapan dari Marsel Ruben Payong terhadap artikel Ramai-ramai Kuliah, Ramai-ramai Cari Kerja
ARTIKEL Agus Suwignyo berjudul Ramai-ramai Kuliah, Ramai-ramai Cari Kerja (Kompas 8/4/2004) menarik untuk disikapi. Agus mengungkapkan temuannya tentang ketidaksesuaian kualifikasi lulusan perguruan tinggi dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh dunia kerja. (more…)
Ramai-ramai Kuliah, Ramai-ramai Cari Kerja
HARI-hari ini, ketika para sarjana memadati berbagai arena bursa kerja untuk menawarkan ilmu dan ijazah mereka, iklan-iklan penerimaan mahasiswa baru nyaris memenuhi halaman-halaman surat kabar.
Dua fenomena tersebut ironis. Promosi PT untuk menjaring calon mahasiswa sama “gencarnya” dengan peningkatan pengangguran lulusan. (more…)
Pendidikan ala Teroris
JIKA pelaku berbagai peledakan bom itu lulusan sekolah khusus teroris, maka lembaga pendidikan mereka berhasil menjalankan visi-misinya: mendidik orang menjadi teroris andal, setia pada tujuan. Saya tidak berbicara baik- buruk, benar-salah, atau mulia-jahatnya tindakan teroris dan cara yang dipilih untuk mencapai tujuan. Saya menilik bagaimana visi-misi pendidikan diimplementasikan sehingga peserta didik menghidupi dan menjalankannya secara total dan all out. (more…)
Menagih Janji Universitas Bekas IKIP
KOMITMEN yang mendasari perubahan IKIP menjadi universitas adalah perhatian yang lebih serius dan integral atas keberlangsungan pendidikan guru. (more…)
